Automatic Control System, Electrical, Heating, Ventilating, Air Conditioning, and Refrigeration System

Sunday, April 24, 2011

Ukuran Kondenser vs Evaporator



Evaporator berfungsi untuk menyerap kalor untuk kemudian dibuang di Kondenser.
Besarnya kalor yang diserap di Evaporator = Qe

Untuk memindahkan kalor yang diserap di Evaporator diperlukan daya/tenaga dari luar/external yaitu Kompresor.
Besarnya daya untuk memindahkan kalor dari Evaporator ke Kondenser = W

Kondenser berfungsi untuk membuang/melepaskan kalor yang diserap oleh Evaporator.
Besarnya kalor yang dibuang di Kondenser =Qc

Daya external untuk menggerakkan Kompresor tidak semuanya menjadi tenaga tetapi sebagian lagi menjadi panas akibat adanya gesekan antara bagian-bagian yang bergerak di Kompresor saat proses kompresi.

Kemana kalor yang timbul akibat gesekan itu harus dibuang agar proses bisa berlangsung terus menerus?
Jawabannya ya di Kondenser.

Persamaannya Qc = Qe + W

Jadi terlihat jelas bahwa ukuran Kondenser akan lebih besar daripada Evaporator karena harus bisa membuang kalor yang diserap di Evaporator ditambah dengan kalor yang timbul selama proses kompresi



Evaporasi
Seperti terlihat pada gambar diatas, proses ini bermula dari titik 4 dan berakhir di titik 1, pada proses ini terjadi kenaikan enthalpy karena refrigeran menyerap sejumlah kalor dari udara/beban pendingian yang melalui Evaporator.

Kompresi

Proses ini terjadi di Kompresor yaitu dari titik 1 dan berakhir di titik 2, dimana kalor yang diserap di Evaporator harus dipindahkan agar proses penyerapan kalor di Evaporator bisa terus berlangsung. 
Secara natural kalor mengalir dari zat yang bertemperatur tinggi ke zat yang bertemperatur lebih rendah. Tetapi kalor juga bisa mengalir dari zat yang bertemperatur lebih rendah ke zat yang bertemperatur lebih tinggi dengan syarat ada media pembantunya, yaitu sebuah pompa kalor. Dalam sistem refrigerasi, Kompresor digunakan sebagai pompa kalor. 
Kenapa harus dikompresikan? 
Sebab pada proses pembuangan kalor harus terjadi secara natural juga, dalam arti temperatur refrigeran harus dinaikkan diatas temperatur media pendingin kondenser agar terjadi proses pelepasan kalor. 
Kompresor bekerja untuk memompa dan menaikkan tekanan refrigeran sehingga temperatur kondensasinya berada diatas temperatur media pendingin Kondenser.
Ketika proses kompresi terjadi gesekan-gesekan diantara bagian-bagian yang bergerak di Kompresor juga kalor yang timbul akibat pembebanan refrigeran yang dipindahkan tersebut. Jumlah kalor yang dibutuhkan untuk proses kompresi ini menjadi penambah kalor yang harus dibuang di Kondenser.

Kondensasi
Proses ini terjadi di Kondenser, berawal dari titik 2 dan berakhir di titik 3, dimana kalor yang diserap di Evaporator dan kalor yang timbul selama proses kompresi harus dibuang sehingga kondisi refrigeran bisa dikembalikan ke kondisi awal proses Evaporasi untuk menjaga kelangsungan siklus refrigerasi.

Ekspansi
Dengan menggunakan sebuah komponen penghambat aliran/pengatur aliran, refrigeran yang sudah kembali ke kondisi awal diturunkan tekanannya untuk memulai lagi proses Evaporasi.
Pada proses ekspansi ini tidak terjadi penambahan/pengurangan kalor (secara teoritis).

Proses ekspansi dimulai dari titik 3 dan berakhir di titik 4.




Siklus berulang terus selama semua komponen bekerja dengan normal dan ukurannya sesuai.




Download Files








2 comments:

  1. Salam Bang,

    kalo penentuan ukuran evaporator sendiri acuannya dari mana bang?

    ReplyDelete
    Replies
    1. kang kalo lihat perhitungan di atas Qc = Qe + W
      secara logika bisa dikatakan Qe = Qc - W ?!

      tapi bener ngga terus belum bisa memastikannya hehe
      sharing aja :)

      Delete